Taukah Anda bahwa meskipun edisi bundel Kisah Hidup Paman Gober karya Don Rosa ini memuat cerita seri regulernya (1-7) tetapi rupanya tidak semua cerita di edisi reguler tersebut ada di dalam edisi bundel ini dan begitu juga sebaliknya, tidak semua cerita edisi bundel ini ada di seri regulernya.
Berikut judul-judul di bundel tersebut yang saya bandingkan dengan cerita yang ada di edisi reguler dan pendampingnya (Donal Bebek 1460 - Kisah Masa Lalu).

Art book ini saya dapatkan secara tidak sengaja di medsos padahal dah sekitar 1 jam tayang tapi kok belum ada yang ambil padahal harganya cukup murah. Mungkin banyak yang melihat mengira ini adalah cover majalah tanpa menyadari bahwa ini adalah art book original dari mangaka Death Note yaitu Takeshi Obata. Akhirnya ku ambil dengan tanpa ekspektasi apa-apa karena menurut pendapatku dengan harga segitu harusnya kondisi bukunya sih biasa-biasa saja. Pas nyampe betapa kagetnya diriku karena ternyata kondisinya sangat mulus. Saya merasa benar-benar hoki kali ini. Wkwkwkwk.



Pak de Lan Kelana (sapaan akrab kami untuk sang maestro) meski sudah sepuh namun tetap eksis mewarnai perkomikan Indonesia. Jarot ini merupakan salah proyek idealis dari Beliau dalam artian ini bukanlah komik pesanan dan juga dibuat dengan tanpa adanya ekspektasi penjualan namun murni dibuat berdasarkan panggilan jiwa dari sang maestro. Boleh dibilang komik ini adalah perwujudan karya idealis dari pak de Lan Kelana meski jalan ceritanya yang sederhana dan namun goresan gambarnya terlihat semakin matang dan ciamik saja. Namun sayang sekali tak berapa lama kami mendapatkan kabar bahwa sang maestro sedang dirawat di rumah sakit dan tak berapa lama kemudian Beliau telah berpulang (meninggalkan kami semuanya). Selamat jalan pak de Lan Kelana karya-karyamu kan kami kenang selamanya...

Akhirnya bisa membaca komik warna hasil kolaborasi dari mas Muhammad Tanfidz Tamamuddin sebagai pencerita dan mas Ragha Sukma Sejati sebagai penggambar. Gambarnya benar-benar bagus dengan warna yang begitu nyaman dilihat oleh mata. Hal ini ditambah dengan komik ini dicetak di atas kertas art paper sehingga keindahan warnanya betul-betul bisa ditampilkan secara maksimal. Ceritanya berkisah tentang Sayuti seorang koboi Betawi melawan kekejaman Kompeni, tuan tanah beserta centengnya.
Premis ceritanya sih lumayan ya karena mengangkat sejarah Betawi di era kompeni hanya saja ada beberapa yang saya rasa masih kurang di sana sini. Setelah membaca dengan saksama akhirnya saya malah bingung dengan ciri khas yang mau ditonjolkan. Kalau dibilang mau ditonjolkan humornya tapi kok rasanya garing. Pas adegan bertarung saya malah berharap konsepnya bisa seperti pertarungan Chinmi di serial Kungfu Boy yang menggunakan akal untuk mengalahkan musuhnya. Namun pada akhirnya ceritanya hanya berupa ONE MAN SHOW saja.
Mungkin ke depannya saya sarankan untuk lebih menggali budaya, adat istiadat dan sejarah Betawi seperti misal tradisi apa yang sering dilakukan oleh masyarakat bawah Betawi. Saya juga menyarankan supaya humornya ditambah misal celana musuhnya melorot pas ditembak oleh Sayuti atau pas mau menyelamatkan cewek yang kepegang malah dadanya dan lain sebagainya.
Jujur jika mau curhat maka yang bisa ku nikmati dari komik ini adalah gambarnya yang luar biasa ciamik dan indah sedangkan untuk ceritanya terasa sedikit hambar tapi overall, komik ini masih cukup menghibur untuk dibaca.