Monday, December 22, 2025

Komik Elang Jawa - Bandit Pasar Setan... KOLABORASI EPIK ANTARA PENCERITA DAN PENGGAMBAR!

Komik Elang Jawa - Apriyadi Kusbiantoro dan Fajar Nugros
Komik Elang Jawa - Apriyadi Kusbiantoro dan Fajar Nugros
Komik Elang Jawa - Apriyadi Kusbiantoro dan Fajar Nugros
Komik Elang Jawa - Apriyadi Kusbiantoro dan Fajar Nugros

Komik Elang Jawa: Bandit Pasar Setan (2025) merupakan novel grafis karya sutradara Fajar Nugros dan komikus Apriyadi Kusbiantoro. Plot ceritanya berlatar belakang sejarah fiksi pada tahun 1755, tepatnya pasca-Perjanjian Giyanti yang membelah Kerajaan Mataram menjadi dua bagian: Mataram Timur dan Mataram Barat.

Cerita berfokus pada dua utusan yang dikirim oleh masing-masing kerajaan. Satu utusan berangkat dari arah Timur dan satu lagi dari Barat. Titik di mana kedua utusan ini saling bertemu nantinya akan ditetapkan sebagai batas resmi wilayah antara kedua kerajaan Mataram tersebut. Sepanjang perjalanan, para tokoh menghadapi berbagai tantangan, mulai dari intrik politik kerajaan hingga ancaman fisik dari para bandit di wilayah tak bertuan. Komik ini memperkenalkan karakter-karakter unik, salah satunya adalah Gajah Wong, yang namanya diambil dari sebuah sungai bersejarah di Yogyakarta. Selain aksi dan petualangan, plotnya mengeksplorasi hubungan manusia dengan sejarah, ambisi kekuasaan, serta batas-batas moral di tengah kekacauan politik.

Fajar Nugros telah menyutradarai lebih dari 15 film layar lebar, termasuk genre drama-komedi populer seperti seri Yowis Ben, Cinta Brontosaurus, dan Srimulat: Hil yang Mustahal. Apriyadi Kusbiantoro adalah komikus yang telah menembus pasar internasional, khususnya Eropa. Karyanya seperti Lemuria, Adjisaka, dan Saul diterbitkan secara rutin oleh penerbit di Belanda, Belgia, hingga Jerman.  Kolaborasinya dengan Fajar Nugros dalam Elang Jawa tercatat sebagai tim "Full Indonesia" pertama yang karyanya diterbitkan di majalah komik bergengsi Belanda, Eppo Stripblad.

Saturday, December 6, 2025

Komik Mencari Jejak Superhero... TIDAK PERNAH DITERBITKAN SECARA RESMI!!!

Mencari Jejak Superhero - Jink

Kalau ditanya komik Indonesia apa yang paling langka maka saya bisa menyebut judul komik Mencari Jejak Super Hero (2012) karya Dwi 'Jink' Aspitono terbitan Metha Studio. Alasan langkanya adalah karena komik ini cuma dicetak untuk kalangan terbatas karena terbentur dengan masalah lisensi. Jadi awalnya komik ini dibuat tanpa mengetahui bahwa nama Nemo itu sudah menjadi IP (Intellectual Property) dari Bumi Langit selaku pemilik lisensi mayoritas karya Hasmi akhirnya diputuskan bahwa penerbit Metha Studio membatalkan untuk melakukan penjualan meski versi digital sudah dirilis secara gratis untuk dibaca.

Ceritanya berfokus pada persahabatan antara Nemo dengan superhero Gundala Putera Petir di masa lalu. Dengan menghilangnya para superhero dari waktu ke waktu membuat Nemo galau. Ia tidak bisa menerima kenyataan itu dan terus berupaya mencari keberadaan superhero itu. Di lain pihak, kejahatan semakin merajalela dan meningkat kualitasnya, namun tak ada yang bisa menyeimbangkan kualitas itu. Para superhero yang dapat mengatasi kejahatan itu hilang tanpa jejak. Namun Nemo tak menyadari, bahwa kegigihannya mencari superhero tersebut justru sebenarnya menjadikan dirinya "superhero". Bukan karena kostumnya, kekuatan fisik atau kesaktiannya, tetapi justru karena dedikasi pekerjaannya, keteguhan hatinya dan pelayanan yang penuh setia, sabar dan cinta terhadap istri dan anaknya.

Saya pribadi menilai ceritanya sih tipikal cerita biasa bahkan setau saya pernah menemukan plot yang sama pada serial TV atau film yang pernah saya tonton (lupa judulnya apa). Btw, beruntung juga bisa dapat komik super langka ini dengan harga yang sesuai lah. Wkwkwkwk.